BDR SELASA, 28 SEPTEMBER 2021
Pembelajaran Kelas IV A
Tema : 4. Berbagai Pekerjaan
Sub Tema : 1 (Jenis-jenis pekerjaan)
Hari Selasa, 28 September 2021
Assalamu‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Selamat pagi, apa kabar Ayah/Bunda? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Mohon bimbingan Ayah/Bunda untuk terus mendampingi ananda dalam melakukan aktivitas pembelajaran di rumah. Ayah/Bunda yang hebat-hebat tetap semangat mendampingi putra putrinya di rumah, kita sama-sama berjuang untuk dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak kita tercinta.
Ayah/Bunda jangan lupa untuk mengingatkan ananda untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan setiap aktivitas dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumah agar terhindar dari penyebaran virus COVID-19 dan wabah demam berdarah. Terima kasih.
Anak-anak bagaimana kabar kalian? Mudah-mudahan selalu sehat, semangat dan bahagia ya. Anak-anak sebelum memulai kegiatan kita baca doa belajar dulu ya (berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing). Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan!
Tugas 1
Materi : Sila Pancasila
Anak hebat, kalian pasti sering mendengar pembacaan teks Pancasila ya, biasanya teks Pancasila dibacakan ketika upacara. Anak hebat kali ini kita akan belajar simbol dan bunyi sila pada Pancasila.
Mari kita perhatikan video berikut ini!
Sumber : https://youtu.be/McqhEHALwVQ
Bagaimana anak hebat? Cukup mudah ya! Supaya kalian lebih memahaminya, silahkan kerjakan LKPD pada link liveworksheet berikut ini ya!
https://www.liveworksheets.com/kk2402179pu
Setelah selesai, silahkan kalian screenshoot skor nilai perolehanmu dan kirimkan ke Pak Guru ya!
Selamat mengerjakan!
Tugas 2
Materi : Tokoh Pada Teks Fiksi
Anak hebat, apakah kalian senang membaca cerita fiksi? Salah satu unsur pokok teks fiksi adalah tokoh dan penokohan. Kali ini kita akan belajar mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi. Dalam sebuah cerita sudah dipastikan ada tokohnya. Tokoh juga biasa disebut karakter.
Dalam suatu cerita, tokoh tidak hanya manusia saja. Jika ceritanya menceritakan kisah binatang, maka tokohnya bisa berupa binatang.
Sekarang mari kita membaca teks “Taman Bermain yang Hilang” pada teks di bawah ini!
Taman Bermain yang Hilang
Malam hari merupakan malam yang ditunggu oleh Kupi, kepiting kecil. Ia menikmati saat-saat berjalan pelahan di gundukan pasir bersama ayahnya. Mereka menanti datangnya air pasang, yang akan membawa mereka ke dunia yang berbeda. Ya, Kupi selalu menanti saat-saat mereka terempas oleh air pasang, lalu tiba di hutan bakau. Nanti di sana ia pasti akan bertemu dengan teman-teman kecilnya yang lain. Upi si udang kecil, Kuro si kura-kura, dan teman-teman yang lebih besar seperti Bangau Cilik dan Momo si monyet. Di antara akar bakau mereka bisa bermain kejarkejaran, petak umpet, atau tidur di sela akar yang melintang. Seru sekali saat-saat itu.
Adakalanya mereka berpisah, terbawa oleh pasang surut, kembali ke laut bebas. Namun, suatu hari mereka bertemu lagi dan bermain bersama lagi. Suasana di hutan bakau tentu berbeda dengan suasana di laut lepas. Airnya pun berbeda. Tidak asin seperti air laut, tetapi tidak juga tawar. Kupi tidak tahu apa namanya. Berbeda, tetapi Kupi dan teman-teman tetap bisa bermain dengan nyaman.
Malam itu, di pesisir pantai, Kupi bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa kita tidak lagi pernah bisa bertemu dengan Bangau Putih, teman ayah? Aku juga sudah rindu bertemu dengan sahabat-sahabat kecilku. Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan Upi, Kuro, Bangau Cilik, dan Momo. Mengapa sekarang susah sekali kita bertemu dengan mereka ya?”
Sambil berjalan pelan di gundukan pasir, ayah Kupi menjelaskan pelahan. “Kupi, sayang sekali hutan bakau tempatmu bermain sudah rusak. Ayah dengar dari Paman Nelayan, manusia di pesisir pantai sana ingin membuat bangunan-bangunan yang tinggi menjulang. Mereka butuh lahan yang luas. Mereka menebang habis hutan bakau. Mereka membangun gedung tinggi menjulang ke langit di atas taman bermainmu itu.” Ayah menjelaskan pelahan. Sesungguhnya ia tidak ingin Kupi sedih, tetapi bagaimana lagi? Ayah tidak ingin Kupi terus menanti tanpa kepastian.
Kupi tertunduk sedih. Pupus sudah harapannya bertemu lagi dengan sahabat- sahabat kecilnya.
“Mengapa manusia begitu jahat, Ayah? Mengapa manusia tidak memikirkan kita, makhluk kecil di pesisir pantai? Mengapa manusia hanya memikirkan dirinya sendiri?” Kupi meratap pelan, namun penuh amarah.
Ayah ingin menenangkan hati Kupi. Ia menambahkan, “Sebenarnya, ketika hutan bakau tempatmu bermain ditebang, manusia pun menerima akibat buruknya, Kupi. Air laut akan semakin mudah mencapai daratan. Tidak ada lagi pohon bakau yang menahan. Lama-kelamaan, air tanah di sekitar pantai akan menjadi air asin. Manusia ‘kan tidak bisa minum air asin, Kupi.” Ayah berusaha menjelaskan panjang lebar.
Ayah kemudian menambahkan. “Dengan rusaknya pantai akibat penebangan bakau, kegiatan manusia pun menjadi terganggu. Sekarang wisatawan yang berkunjung ke pantai ini semakin berkurang. Para pedagang yang dulu berjualan di sekitar sini tidak ada lagi. Pemandu wisata yang biasa menjelaskan tentang keindahan pantai dan hijaunya bakau pun sudah jarang terlihat. Nelayan yang biasa menjual hasil tangkapan mereka pun tinggal sedikit.”
Kupi tidak terhibur oleh penjelasan ayah. Pikirnya, biarkan saja manusia menerima akibat dari perbuatannya sendiri. Manusia memang sering tidak bijak. Kupi hanya ingin berdoa semoga suatu saat nanti hutan bakau akan kembali. Semoga suatu saat nanti ada lagi taman tempatnya bermain.
Semoga suatu saat nanti ia masih bisa bertemu dengan sahabat-sahabat kecilnya. Kupi hanya bisa berdoa, semoga kelak manusia bisa bertindak lebih bijaksana. Semoga!
[Santi Hendriyeti]
Sumber: Buku Siswa Kelas 4 Tema 4 Halaman 6-8
Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan teks bacaan di atas!
1. Siapa yang tinggal di dalam hutan bakau?
2. Apa yang biasa dilakukan Kupi dengan ayahnya?
3. Mengapa Kupi sedih dan marah?
4. Gambarlah salah satu tokoh yang ada pada cerita tersebut!
5. Tulislah pendapatmu tentang tokoh yang kamu gambarkan tadi!
Kerjakan di buku tulis, setelah selesai foto hasil pekerjaanmu dan kirimkan ke Pak Guru ya!
Selamat mengerjakan!
Nah anak-anak, demikian pembelajaran kita hari ini. Silakan berdoa dan rapikan kembali perlengkapan belajarnya. Oh iya, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah membimbing kalian belajar hari ini. Sampai jumpa, salam sehat dan tetap semangat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 👍🤗
Comments
Post a Comment