BDR SELASA, 12 OKTOBER 2021

Pembelajaran Kelas IVA

Tema : 4. Berbagai Pekerjaan

Sub Tema : 2 (Pekerjaan di sekitarku)

Hari Selasa, 12 Oktober 2021  


Assalamu‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh, 

Selamat pagi, apa kabar Ayah/Bunda? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Mohon bimbingan Ayah/Bunda untuk terus mendampingi ananda dalam melakukan aktivitas pembelajaran di rumah. Ayah/Bunda yang hebat-hebat tetap semangat mendampingi putra putrinya di rumah, kita sama-sama berjuang untuk dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak kita tercinta. 

Ayah/Bunda jangan lupa untuk mengingatkan ananda untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan setiap aktivitas dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumah agar terhindar dari penyebaran virus COVID-19 dan wabah demam berdarah. Terima kasih.

Anak-anak bagaimana kabar kalian? Mudah-mudahan selalu sehat, semangat dan bahagia ya. Anak-anak sebelum memulai kegiatan kita baca doa belajar dulu ya (berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing). Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan!


Tugas 1

Materi :  Pesan Moral dalam Cerita


Anak hebat, dalam sebuah teks fiksi terkandung amanat atau nilai moral yang ingin disampaikan oleh pengarang. Amanat atau nilai moral ini bisa secara tersirat bisa juga tersurat. Supaya memahami amanat atau nilai moral dalam suatu cerita, kita harus membaca cerita tersebut secara keseluruhan. Silahkan kalian perhatikan penjelasan mengenai amanat atau nilai moral dalam cerita pada link berikut ini!


Anak hebat pertemuan sebelumnya kalian pernah membaca teks berjudul “Taman Bermain yang Hilang” atau bisa juga kalian baca lagi di buku tema 4 subtema 1 pembelajaran 1, atau bisa juga kalian baca pada teks bacaan berikut ini!


Taman Bermain yang Hilang

Malam hari merupakan malam yang ditunggu oleh Kupi, kepiting kecil. Ia menikmati saat-saat berjalan pelahan di gundukan pasir bersama ayahnya. Mereka menanti datangnya air pasang, yang akan membawa mereka ke dunia yang berbeda. Ya, Kupi selalu menanti saat-saat mereka terempas oleh air pasang, lalu tiba di hutan bakau. Nanti di sana ia pasti akan bertemu dengan teman-teman kecilnya yang lain. Upi si udang kecil, Kuro si kura-kura, dan teman-teman yang lebih besar seperti Bangau Cilik dan Momo si monyet. Di antara akar bakau mereka bisa bermain kejarkejaran, petak umpet, atau tidur di sela akar yang melintang. Seru sekali saat-saat itu. 

Adakalanya mereka berpisah, terbawa oleh pasang surut, kembali ke laut bebas. Namun, suatu hari mereka bertemu lagi dan bermain bersama lagi. Suasana di hutan bakau tentu berbeda dengan suasana di laut lepas. Airnya pun berbeda. Tidak asin seperti air laut, tetapi tidak juga tawar. Kupi tidak tahu apa namanya. Berbeda, tetapi Kupi dan teman-teman tetap bisa bermain dengan nyaman.

Malam itu, di pesisir pantai, Kupi bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa kita tidak lagi pernah bisa bertemu dengan Bangau Putih, teman ayah? Aku juga sudah rindu bertemu dengan sahabat-sahabat kecilku. Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan Upi, Kuro, Bangau Cilik, dan Momo. Mengapa sekarang susah sekali kita bertemu dengan mereka ya?”

Sambil berjalan pelan di gundukan pasir, ayah Kupi menjelaskan pelahan. “Kupi, sayang sekali hutan bakau tempatmu bermain sudah rusak. Ayah dengar dari Paman Nelayan, manusia di pesisir pantai sana ingin membuat bangunan-bangunan yang tinggi menjulang. Mereka butuh lahan yang luas. Mereka menebang habis hutan bakau. Mereka membangun gedung tinggi menjulang ke langit di atas taman bermainmu itu.” Ayah menjelaskan pelahan. Sesungguhnya ia tidak ingin Kupi sedih, tetapi bagaimana lagi? Ayah tidak ingin Kupi terus menanti tanpa kepastian.

Kupi tertunduk sedih. Pupus sudah harapannya bertemu lagi dengan sahabat- sahabat kecilnya.

“Mengapa manusia begitu jahat, Ayah? Mengapa manusia tidak memikirkan kita, makhluk kecil di pesisir pantai? Mengapa manusia hanya memikirkan dirinya sendiri?” Kupi meratap pelan, namun penuh amarah.

Ayah ingin menenangkan hati Kupi. Ia menambahkan, “Sebenarnya, ketika hutan bakau tempatmu bermain ditebang, manusia pun menerima akibat buruknya, Kupi. Air laut akan semakin mudah mencapai daratan. Tidak ada lagi pohon bakau yang menahan. Lama-kelamaan, air tanah di sekitar pantai akan menjadi air asin. Manusia ‘kan tidak bisa minum air asin, Kupi.” Ayah berusaha menjelaskan panjang lebar.

Ayah kemudian menambahkan. “Dengan rusaknya pantai akibat penebangan bakau, kegiatan manusia pun menjadi terganggu. Sekarang wisatawan yang berkunjung ke pantai ini semakin berkurang. Para pedagang yang dulu berjualan di sekitar sini tidak ada lagi. Pemandu wisata yang biasa menjelaskan tentang keindahan pantai dan hijaunya bakau pun sudah jarang terlihat. Nelayan yang biasa menjual hasil tangkapan mereka pun tinggal sedikit.”

Kupi tidak terhibur oleh penjelasan ayah. Pikirnya, biarkan saja manusia menerima akibat dari perbuatannya sendiri. Manusia memang sering tidak bijak. Kupi hanya ingin berdoa semoga suatu saat nanti hutan bakau akan kembali. Semoga suatu saat nanti ada lagi taman tempatnya bermain.
Semoga suatu saat nanti ia masih bisa bertemu dengan sahabat-sahabat kecilnya. Kupi hanya bisa berdoa, semoga kelak manusia bisa bertindak lebih bijaksana. Semoga!


Tugas kalian hari ini yaitu:

1. Tuliskan pesan moral dari cerita tersebut!

2. Apakah pada cerita “Taman Bermain yang Hilang” kamu menemukan sikap-sikap yang baik dan sikap yang tidak baik? Tuliskan pada kolom di bawah ini!



Kerjakan di buku tulismu, foto dan kirimkan ke Pak Guru ya!



Tugas 2

Materi : Upaya Pelestarian Tanaman di Lingkungan Sekitar


Anak hebat, pertemuan sebelumnya kita sering membaha supaya pelestarian sumber daya alam. Kali ini kita akan praktik upaya pelestarian sumber daya alam yang dapat diperbaharui di sekitar lingkungan. Hari ini kita akan praktik menanam tumbuhan ya!

Sebelumnya silahkan kalian perhatikan video penjelasan pada link di bawah ini ya!


Anak hebat cukup mudah sekali kegiatan hari ini ya!

Tugas hari ini silahkan kalian praktikkan kegiatan menanam tanaman di sekitar lingkunganmu dengan memperhatikan laporan kegiatan yang ada pada lampiran ya! Setelah selesai kirimkan Pak Guru ya!


Selamat mengerjakan! 

Nah anak-anak, demikian pembelajaran kita hari ini. Silakan berdoa dan rapikan kembali perlengkapan belajarnya. Oh iya, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah membimbing kalian belajar hari ini. Sampai jumpa, salam sehat dan tetap semangat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 👍🤗

Comments

Popular posts from this blog

BDR SELASA, 23 NOVEMBER 2021

BDR JUMAT, 26 NOVEMBER 2021

BDR SENIN, 30 AGUSTUS 2021